Sabtu, 19 November 2016

Sejarah Sumpah Pemuda

Image result for kata kata sukarnoPeristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Image result for kata kata sukarno
Adapun panitia Kongres Pemuda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
  •     Abdul Muthalib Sangadji
  •     Purnama Wulan
  •     Abdul Rachman
  •     Raden Soeharto
  •     Abu Hanifah
  •     Raden Soekamso
  •     Adnan Kapau Gani
  •     Ramelan
  •     Amir (Dienaren van Indie)
  •     Saerun (Keng Po)
  •     Anta Permana
  •     Sahardjo
  •     Anwari
  •     Sarbini
  •     Arnold Manonutu
  •     Sarmidi Mangunsarkoro
  •     Assaat
  •     Sartono
  •     Bahder Djohan
  •     S.M. Kartosoewirjo
  •     Dali
  •     Setiawan
  •     Darsa
  •     Sigit (Indonesische Studieclub)
  •     Dien Pantouw
  •     Siti Sundari
  •     Djuanda
  •     Sjahpuddin Latif
  •     Dr.Pijper
  •     Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  •     Emma Puradiredja
  •     Soejono Djoenoed Poeponegoro
  •     Halim
  •     R.M. Djoko Marsaid
  •     Hamami
  •     Soekamto
  •     Jo Tumbuhan
  •     Soekmono
  •     Joesoepadi
  •     Soekowati (Volksraad)
  •     Jos Masdani
  •     Soemanang
  •     Kadir
  •     Soemarto
  •     Karto Menggolo
  •     Soenario (PAPI & INPO)
  •     Kasman Singodimedjo
  •     Soerjadi
  •     Koentjoro Poerbopranoto
  •     Soewadji Prawirohardjo
  •     Martakusuma
  •     Soewirjo
  •     Masmoen Rasid
  •     Soeworo
  •     Mohammad Ali Hanafiah
  •     Suhara
  •     Mohammad Nazif
  •     Sujono (Volksraad)
  •     Mohammad Roem
  •     Sulaeman
  •     Mohammad Tabrani
  •     Suwarni
  •     Mohammad Tamzil
  •     Tjahija
  •     Muhidin (Pasundan)
  •     Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  •     Mukarno
  •     Wilopo
  •     Muwardi
  •     Wage Rudolf Soepratman
  •     Nona Tumbel


Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin

Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :


PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).

KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial hindia belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.


Apabila kita ingin mengetahui lebih lanjut mengenai banyak hal tentang Sumpah Pemuda kita bisa menunjungi Museum Sumpah Pemuda yang berada di Gedung Sekretariat PPI Jl. Kramat Raya 106 Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi utama seperti biola asli milik Wage Rudolf Supratman yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta foto-foto bersejarah peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda-pemudi Indonesia.
Asal Usul Dajjal / Sebagai umat Islam, kita tentu pernah mendengar sebuah hadist yang menjelaskan bahwa di akhir zaman kelak akan datang sesosok mahluk tinggi besar yang memiliki kekuatan begitu dahsyat. Sosok yang kita kenal dengan nama dajjal tersebut merupakan sosok yang akan menguji manusia akhir zaman, apakah tergolong orang-orang yang beriman atau tergolong orang-orang yang kufur. Berikut ini tim penulis blog Kisah Asal Usul akan membahas seputar asal usul Dajjal mulai dari keluarga, ciri-ciri, kemunculan, dan fitnahnya sebagai pembelajaran bagi kita semua. Asal Usul Dajjal Dajjal diyakini merupakan seorang manusia yang sudah hidup sejak zaman nabi Ibrahim dan karena Alloh menangguhkan ajalnya (seperti halnya Iblis) ia tetap masih hidup hingga saat ini, dipenjarakan di sebuah tempat yang masih menjadi misteri. Asal Usul Dajjal dan Keluarganya Dalam beberapa hadist dijelaskan bahwa asal usul dajjal adalah seorang keturunan Yahudi. Ia lahir dari orang tua yang postur tubuhnya tinggi gemuk dengan hidung sangat mancung menyerupai paruh burung. Secara lebih lengkap, Imam Al Barzanji juga pernah menyebut jika asal usul moyang dajjal adalah seorang dukun Yahudi (Syaqq) yang kawin dengan wanita dari keturunan jin. Moyang dajjal ini hidup di zaman Nabi Sulaiman AS. Oleh nabi Sulaiman, si moyang dajjal dan istrinya yang berasal dari golongan jin disebutkan sempat dipenjarakan dan ditangkap karena ulahnya dalam merusak akidah umat. Adapun terlepas dari pendapat Imam Al-Barzanji tersebut, asal usul dajjal hingga kini tetap saja masih misterius, mengingat sumber referensi dan hadist yang membahas hal ini memang sangat terbatas. Ciri-ciri Dajjal Sebuah hadist sahih yang diriwayatkan oleh Muslim menyebut bahwa Rasululloh pernah bersabda jika dajjal merupakan orang yang memiliki ciri-ciri mata kirinya buta, rambutnya lebat dan keriting, tampak selalu awet muda, badannya besar agak kemerahan sehingga jika dilihat dari belakang ia seolah-olah tampak seperti dahan kayu yang rimbun. Sedangkan dalam hadist At-Tabrani, ciri-ciri dajjal yang paling kentara disebutkan terletak pada mata dan dahinya. Mata kiri dajjal buta, sedangkan mata kannya tertonjol keluar, berwarna kehijauan, dan berkelip-kelip laksana bintang gemintang. Adapun pada dahi dajjal juga terdapat susunan huruf Kaf-Fa-Ro yang jika di sambung akan membentuk kata “Kafir”. Tulisan pada dahi dajjal ini hanya dapat dilihat dan dibaca oleh orang-orang yang memang benar-benar murni keislamannya. Asal Usul Kemunculan Dajjal Seperti disebutkan di atas bahwa asal usul dajjal memang telah lahir sejak zaman Nabi Ibrahim. Semenjak zaman itu, dajjal dipenjara dan dirantai di sebuah pulau asing dan dijauhkan dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan umat manusia. Ia tidak akan pernah bisa lepas dari penjara tersebut karena selain dirantai, ia juga dijaga oleh seekor binatang besar bernama Al-Jassasah. Ia baru akan lepas dari penjara dan keluar dari pulau tersebut jika Alloh sudah menghendakinya. Dajjal akan bebas pada sebuah masa yang sudah sangat dekat dengan kehadiran hari akhir yang dijanjikan. Karena pulau yang disebutkan menjadi penjara dajjal berada di belahan timur bumi (beberapa versi menyebutkan pulau tersebut terletak di sekitar India), maka dajjal pun akan muncul dari timur. Ia diizinkan oleh Alloh untuk keluar dan menjelajah sekeliling dunia dan menyebarkan fitnah dan ajarannya. Ia akan melakukan tipu daya pada orang-orang yang hidup di zaman itu sehingga mereka mengakui bahwa dirinya adalah Tuhan. Orang yang kuat imannya akan berani menentang ajaran tersebut meski nyawanya dipertaruhkan, sedangkan bagi orang yang imannya lemah, ia akan menurut dan menjadi pendukung dan hamba dajjal. Naudzubillah. Fitnah Dajjal Dalam menyebarkan fitnah dan ajarannya, dajjal dibekali dengan kekuatan yang luar biasa besar oleh Alloh. Segala kesenangan hidup akan dikaruniakan kepadanya. Seluruh mahluk langit dan bumi akan tunduk pada perintahnya. Adapun dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sebelum kemunculan dajjal, manusia akan diuji dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Kemarau ini membuat bahan pangan menjadi sangat langka sehingga musibah kelaparan merajalela di mana-mana. Di saat manusia tengah kelaparan dan membutuhkan pertolongan inilah, asal usul dajjal datang dengan membawa fitnahnya. Dajjal akan menunjukan kesaktiannya. Ia akan mendatangkan hujan dengan mudahnya. Ia akan menumbuhkan berbagai tanaman sebagai sumber makanan bagi para hambanya yang mengakui bahwa dirinya adalah tuhan semesta alam. Para muslim yang kuat iman islamnya akan tetap kukuh mempertahankan akidahnya meski lapar dan perih mereka dera. Mereka tetap tak akan mau mengakui dajjal sebagai Tuhannya hingga khusnul khotimah menjemput. Fitnah asal usul dajjal akan terus berlanjut pada masa 40 hari setelah kemunculannya pertama kali. Ia akan terus menguji keimanan manusia di akhir zaman hingga pemisah antara umat Islam sejati dan umat yang kafir benar-benar terlihat jelas. Nah, demikianlah sedikit intisari yang dapat kami jabarkan untuk menjelaskan asal usul dajjal, keluarga, kemunculan, serta fitnahnya. Semoga dengan artikel sederhana ini keimanan kita menjadi semakin kokoh dan bisa dihindarkan dari segala bentuk fitnah dajjal. Amin.


Patah Sayap Kenari


Naimah Luhuriani atau yang sering disapa Imah, itulah nama gadis kecil yang berperawakan lembut dan sangat cantik itu. Matanya selalu pancarkan kejernihan hati dan pikiran. Waktu yang selalu berputar pada poros yang tak pernah berhenti walaupun hanya sedetik, tak terasa kini telah membawa Naimah pada usianya yang ke-11 tahun. Usia yang seharusnya mengantarkan seorang anak  untuk berkasih-kasih dengan keluarga, menimba ilmu, bermain bersama teman-temansebayanya, dan menikmati setiap saat mengasyikkan yang pastinya enggan jika terlewatkan. Kasih sayang dari keluarga, belaian dari ibu dan ayah pasti selalu diharapkan oleh setiap anak, agar mereka bisa lebih menikmati indahnya sebuah kebersamaan. Belajar kelompok bersama teman-teman sembari menikmati makanan ringan yang tersedia di meja, ditambah dengan iringan canda dan tawa yang teruntai dari kisah dan kekonyolan teman-teman. Hal seperti itu pasti akan menjadi cerita indah dan menarik di hati anak-anak seusia Naimah.

Naimah juga memiliki harapan yang sama seperti anak-anak lain yang seusia dengan dirinya. Harapan indah yang digantungkannya pada sebuah pohon harapan yang manjualang tinggi di dalam jiwanya. Tak terlihat memang, wujudnya tak sanggup dipandang dengan menggunakan bola mata yang sembarangan. Namun percayalah hal itu nyata adanya, walaupun semua ini hanya terlintas seperti mimpi yang enggan menyambut pagi. Senyum serupa pijar bintang dari gadis kecil itulah yang seolah-olah berucap bahwa dialah yang akan membuktikannya.

“Piiaaaarrrr!!!”

Ibunya kembali memecahkan gelas. Bukan karena marah atau pun kesal kepada Naimah, justru ibunya tak ingin selalu merepotkan anak gadisnya itu.

“Maafkan ibu Nak, kini ibu telah memecahkan satu gelas milik kita lagi,” jawab ibu Naimah dengan berlinang air mata.
Naimah yang seketika itu berlari menuju kamar ibunya, segera memeluk ibunya dan menyeka air mata yang berlinang.

“Tak usah Ibu pikirkan gelas-gelas itu, Imah yang salah karena memberi Ibu gelas kaca. Maafkan Imah Bu, Ibu pasti sedang haus. Biar Imah ambilkan Ibu nimun dulu,” jawab Imah dengan suara bercampur tangis karena memang menyakitkan dan menyedihkan melihat kondisi ibunya yang seperti ini.

“Tidak usah Nak, Ibu tidak haus. Sekarang ini Ibu hanya ingin memeluk dan mencium kamu,” ucap ibunya sembari memeluk erat Imah dan meraba-raba wajah Imah yang cantik itu.

Ibu Imah memang sedang menderita stroke sejak dua tahun yang lalu, bahkan serangan stroke tersebut membuat ibu Naimah mengalami kebutaan. Kini ibunya tak dapat berbuat banyak, aktivitasnya kebanyakan dihabiskan di dalam sebuah kamar yang sempit dan nampak sangat lusuh. Jika diamati sekejap saja, kamar tersebut nampak sudah benar-benar tak layak pakai. Namun menurut Imah dan keluaraga di kamar lusuh itulah tempat paling indah dan nyaman yang pernah mereka miliki. Sebuah rumah reot berdindingkan anyaman bambu yang sudah hampir lapuk. Genteng rumah yang tipis dan berubah warna menjadi hitam itu sudah tampak mulai lelah kerena tersengat sinar matahari dan terguyur hujan disetiap musim yang silih berganti. Tragis.

Naimah kini tinggal bersama ibu, adik, dan kakek-neneknya yang sudah berusia lanjut, di keluarga ini dia harus selalu berusaha keras untuk dapat mempertahankan hidup dari orang-orang yang disayanginya tersebut. Sedang ayahnya yang kini sedang berada di tanah rantau sudah lebih dari satu tahun tak pulang untuk menjenguk anak dan istrinya. Dia dan kekeknya yang sudah berusia lanjut memang harus membanting tulang sebab mereka harus menjadi penanggung jawab hidup keluarganya. Waktu untuk bermain dengan teman-teman sebayanya terpaksa harus musnah, karena Naimah harus mencari nafkah. Pandai dalam mengatur waktu, antara waktu untuk sekolah, belajar, dan bekerja, itulah kunci yang harus dipegang Naimah dalam menjalani harinya. Setiap hari Maimah harus bergelut dengan segala aktivitas berat untuk ukuran anak seusianya. Namun jika melihat senyum Naimah yang  selalu terukir dan penuh ketegaran itu, pasti membuat makhluk tidak akan mengira bahwa gadis kecil itu meyeka barjuta luka dan kesediahan di hidupnya.

Setiap hari keadaan selalu menuntut Imah untuk bangun kala fajar mulai menyinsing, bahkan sebelum para ayam milik tetangga berkokok menyerukan pagi. Ya, Naimah harus menyelesaikan semua tugas-tugas rumah sebelum berangkat ke sekolah. Sedang kakeknya sudah harus berangkat ke tempat kerja, membuat batu bata. Kini neneknya tak dapat membantu banyak karena usia senja memerangkapnya dalam kelemahan. Yani, adik Imah yang masih duduk di kelas dua SD selalu barusaha membantu kakaknya dengan segenap kemampuan yang dia miliki. Setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, Imah dan adiknya bersiap untuk berangkat sekolah. Walaupun dengan seragam yang sudah sangat lusuh dengan sepatu dan tas sekolah yang seadaanya, namun mereka tetap saja samangat untuk memuntut ilmu.

“Ibu, Nenek, Yani dan kakak berangkat sekolah dulu,” pamit adik Naimah sembari mencium tangan ibu dan neneknya bergantian.

“Kami minta doa restunya ya Bu, Nek, jaga diri baik-baik,” sambung Nimah.

“Iya nak, sekolah yang serius, doa ibu menyertai kalian.”

Syukurlah sampai sekarang mereka masih bisa bersekolah, itu semua berkat beasiswa yang didapat mereka karena mereka merupakan murid berprestasi di sekolah. Luar biasa, di tengah banyak sekali derita yang menghadang, Imah dan Yani tetap saja bisa mengukir prestasi yang sangat membanggakan.


Sepulang sekolah peran Naimah sebagai tulang punggung keluarga kembali dimulai. Siang itu langkahnya kembali menyusuri sepanjang pinggiran jalan untuk mencari buah mangga yang telah jatuh. Ya, buah mangga yang masih muda dan masam itulah yang menjadi incaran Imah. Setelah buah mangga masam tersebut sudah terkumpul, perjalanannya di lanjutkan menuju ladang jangung. Di situlah Imah mulai memungut jagung-jagung milik petani dari hasil panen yang sudah berceceran dan tak dipergunakan lagi. Kadang jika dia bertemu dengan petani yang baik hati dia akan diberi seplastik jangung, karena mungkin petani tersebut merasa iba dengan Naimah. Namun, kadang ada juga petani kikir yang justru memarahi dan mengusir Naimah. Tabiat orang memang berbeda-beda.

Setelah semuanya terkumpul, Naimah segera pulang dan menyerahkan mangga muda dan jangung tersebut kepada neneknya. Neneknya akan mengolah mangga muda tersebut menjadi makanan khas yang menggugah selera, botok pacit namanya. Botok pacit diolah menggunakan resep sederhana milik keluarga yang sudah turun-temurun. Sedang jagung yang didapatkan diolah menjadi nasi jangung, makanan yang sangat cocok dimakan bersamaan dengan botok pacit. Tungku perapian di dapur reot itu menjadi kawan nenek Imah. Imah yang selalu membantu neneknya memasak, kadang tak tega melihat neneknya yang sudah sepuh itu harus bergulat dengan gerahnya dapur yang mendekap tubuh neneknya yang telah dibalut kulit keriput tersebut. Peluh nenek Imah kian bercucuran dan tak jarang asap dari perapian itu membuatnya batuk-batuk.

“Botok pacit... nasi jangung....”

“Botok pacit... nasi jagung,” seru Naimah menjajakan dagangannya.

Setiap hari dia harus berkeliling desa untuk menjajakan botok pacit dan nasi jangung buatan neneknya hingga malam mulai menyapa. Perjalannan sekitar empat kilo meter setiap saat hari harus dia lalui demi menyambung hidup keluarganya terkasihnya.

Pekan ujian kenaikan kelas sudah di depan mata, Naimah dan adiknya harus lebih giat belajar agar mereka dapat mempertahankan posisinya menjadi juara kelas, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan beasiswa untuk bersekolah. Selama ini Nimah dan Yani memang hanya mengandalkan beasiswa untuk dapat melanjutkan sekolah. Mereka sangat bersyukur, karena dengan beasiswa itu mereka bisa lebih dekat dengan cita-citanya yang telah mereka gantungkan pada ranting tertinggi di pohon harapan yang tertanam di jiwa mereka masing-masing.

“Nak, hari ini biar Ibu saja yang mengerjakan pekerjaan rumah. Kalian saat ini harus belajar lebih giat lagi, agar kalian dapat meneruskan sekolah,” ucap ibu Naimah sembari berusaha membereskan kamar.

“Tidak usah Bu, Ibu istirahatlah saja. Biar nanti semua pekerjakan Imah yang selesaikan. Imah dan Yani sudah bisa mengatur waktu belajar kami,” jawab Naimah menenangkan ibunya dan mencoba menuntun  ibunya ke tempat tidur.


“Kalian harus berjuang agar selalu mendapat juara kelas, sehingga kalian bisa mendapat beasiswa dan kepandaian kalian bisa mengantarkan kalian ke kehidupan yang jauh lebih baik dibanding sekarang ini, Nak. Maafkan Ibu yang tak mampu berbuat apa-apa untuk kalian, selain mendoakan kalian. Ibu sadar jika Ibu ini hanya bisa mneyusahkan kalian.”

Linangan air mata mulai berjatuhan di pipi ibu Imah, doanya sekarang ini hanya diperuntukkan demi kebahagiaan keluarganya terutama anak-anak terkasihnya serta keselamatan suaminya yang mungkin telah ditelan oleh bumi rantau yang kini dihuninya. Ya, sosok ayah yang telah lama dirindukan oleh Naimah dan Yani. Walaupun dulu ayahnya itu selalu berperilaku keras kepada mereka dan ibu mereka, tetapi dia tetaplah ayah yang selalu mereka hormati dan sayangi.

“Ibu jangan berkata seperti itu, bagi kami, ibu adalah nyawa. Kami akan selalu menjaga ibu, karena kami tahu jasa-jasa ibu jauh lebih besar di banding kami. Kami akan berusah merubah kehidupan kita ke arah yang jauh lebih baik, di mana hanya kebahagiaan dan tawa yang menjadi kawan sejati kita, Bu.”

Kedua putri cantik itu memeluk erat tubuh ibunya, suasana haru tercipta sebelum mereka berdua bergegas ke sekolah. Walaupun ibu Imah memiliki banyak sekali terbatasan, namun Imah dan Yani justru merasa bahwa ibunya adalah sosok paling sempurna di dunia ini. Nasihat dan semangat dari ibu yang membuat mereka tahu bagaimana cara menjalani hidup yang baik walaupun rintangan selalu datang menghalangi. Sejak dilahirkan di dunia Naimah dan Yani memang selalu hidup terseok-seok, mereka belum pernah merasakan kebahagiaan layaknya anak-anak pada umumnya.

Hari-hari berjalan seperti biasa, setelah semua botok pacit dan nasi jangung hari ini habis terjual. Recehan sejumlah Rp 15.000,- kini telah dikantongi untuk menyambung hidupnya dan keluarganya esok hari. Malam harinya Naimah mulai asyik belajar di sebuah bangku lapuk yang berada di depan rumahnya. Sedang adiknya kali ini lebih memilih belajar di kamar, karena dia tahu kakaknya sedang membutuhkan konsentrasi yang lebih.

“Naimah.”
Suara itu samar-samar terdengar di telinga Imah, dan ternyata itu suara neneknya.
“Iya Nek, ada apa?”

“Sudahkah kau makan malam, Nak?”

“Belum Nek, biar kakek, ibu, dan adik makan terlebih dahulu jika nanti singkong rebus buatan nenek masih barulah Imah makan. Lagi pula Imah masih kenyang Nek,” jawab Naimah sambil tersenyum.

Tiba-tiba nenek Imah memeluk erat Imah dan air mata pun mulai bermuara. Imah saat itu hanya bisa membalas pelukan neneknya tanpa mengetahui alasan mengapa neneknya menangis. Mungkin nenek Imah merasa tidak tega melihat perjuangan  sangat keras yang harus dijalani cucunya setiap hari.

“Imah harus sabar menjalani semua cobaan dan jalan hidup yang harus kita lalui sekarang ini ya. Terimakasih untuk semua perngorbanan dan perjuangan Imah selama ini yang telah membantu kekekmu menjadi tulang punggung kaluarga,” ucap Sang Nenek dengan diiringi tangis, mungkin hatinya sekarang sedang benar benar kalut.

“Imah akan selalu sabar dan ikhlas menjalani hidup seperti ini Nek, malah imah merasa sangat sempurna dan beruntung memiliki keluarga seperti ini. Sebuah keluarga yang penuh kasih sayang. Dan jika Imah membantu kekek bekerja bukankah itu justru bisa menjadikan Imah sosok yang lebih mandiri Nek?”

“Iya, kamu benar sekali Nak. Nenek sangat bangga kepadamu.”

Sampai malam larut pun nenek Imah belum bisa menghentikan air mata yang terus menetes, entah mengapa kali ini hatinya merasa benar-benar sedih. Rasanya ada perasaan cemas yang bergelayutan di dalam hatinya.

Hari ini adalah hari yang paling dinanti-nanti semua oleh siswa SD Harapan Bangsa, terutama Naimah dan Yani. Buku rapot kenaikan kelas sebentar lagi akan dibagikan oleh Ibu Guru dan ini merupakan saat-saat yang menegangkan untuk kedua kakak-beradik itu. Apakah mereka bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang kelas yang lebih tinggi lagi ataukah tidak. Di rumah ibu, nenek, dan kekek mereka pun sudah pasti mendoakan mereka. Entah mengapa hari ini mereka semua merasakan sesuatu yang aneh dan menganjal, mungkinkah akan ada sesuatu yang tak terduga. Mereka pun tak tahu, yang pasti anggota keluarga Imah menunggu kedatangan Imah dan adiknya untuk membawa kabar gembira.

Keadaan di masing-masing kelas menjadi sangat menegangkan.

“Naimah Luhuriani,” panggil Bu Guru.
Naimah pun maju kedepan dengan hari yang penuh dengan getaran-getaran tak menentu, kakinya menjadi tak tegak untuk menginjak tanah.

“Selamat Imah, kamu berhasil menjadi juara bertahan lagi di tahun ini. Kamu lagi-lagi mendapat juara pertama di kelas ini. Selalu pertahankan dan tingkatkan prestasimu untuk menghapai ujuan nasional tahun depan!”

“Siap Bu, terimaksih,” jawab Imah dengan girang.

Dan ternyata hal itu juga dialami oleh adik tersayangnya, mereka berdua sangat bahagia karena bisa mendapat juara kelas dan beasiswa untuk kesekiankalinya. Tak lupa teman-teman mereka pun bergantian memberi ucapan selamat kepada mereka. Hadiah dari ibu guru berupa seragam sekolah, tas, dan alat tulis kini berada dalam genggaman mereka. Setelah bel pulang sekolah berbunyi Imah dan Yani bergegas untuk pulang dan memberitahukan kabar gembira ini kepada keluarga yang pastinya sudah menanti.

Di sepanjang jalan yang penuh dengan lalu lalang pengendara motor, Yani selalu mengembangkan senyumnya, wajar bila dia sebahagia ini. Kamudian tiba-tiba matanya tertuju pada seorang pengemudi yang terlihat sedang berusaha memutar balik kendaraannya untuk mengambil barang bawaanya yang terjatuh di jalalan tidak jauh dari tempat Yani berdiri. Yani pun kemudian mencoba membantu Bapak itu mengambilkan barang bawaanya. Hingga tanpa dia sadari ternyata ada seorang pengendara muda yang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan tanpa aturan datang dari arah belakang, seolah-oalah akan menerjang Yani. Kemudin sigap Naimah segera mengangkat tubuh Yani dan mencoba untuk menyelamatkan adiknya. Suasana menjadi sangat menyeramkan, ini adalah keadaan  antara hidup dan mati.

“Guubrrraaaakkk!!!!!”

Suara jeritan dari anak perempuan pun terdengar sangat jalas dan miris. Kemudian disusul dengan suara kebingungan dan berontakan dari orang-orang di sekitar tempat itu. Tangis seorang gadis pun seketika pecah membuat orang-orang di sekitar tempat itu berbondong-bondong untuk menolong korban tabrakan itu. Dan di waktu yang sama, di rumah, tangan ibu dari kedua gadis manis nan tangguh itu terluka kerena tergores kaca dari gelas yang dipecahkanya.

Kabar gembira kini sudah berubah duka. Gadis kecil itu sudah tidak bisa terselamatkan, mungkin ini sudah takdir dari Allah. Kini gadis pejuang itu harus berpisah dengan ibu yang paling disayanginya dan keluarganya. Semua makhluk berduka, banyak sekali tangis yang mengiringi kepergiannya. Mungkin di dunia yang selanjutnya dia akan menemukan kebahagiaan yang abadi. Kini dia hanya bisa mendoakan ibu dan keluarganya dari atas awan putih yang indah dan sejuk itu, sembari menunggu ibu dan keluarganya kelak menyusul dia untuk hidup di dunia kekal yang jauh lebih indah.

Rumah reot dan penghuninya kini tengah dirundung duka yang luar biasa. Kini sosok putri cantik yang tegar itu sudah pergi untuk selama-lamanya. Adiknyalah yang kan menggantikan perannya mencari nafkah utuk keluarga, membantu kakeknya. Dan semoga saja sosok ayah yang selama ini dinanti kepulangannya bisa segera datang dengan sikap yang lebih baik dan bersedia membantu keluarga tersebut menyambung hidup. Selamat jalan Naimah.
4Penyebab Utama Mobil Turun Mesin - Oke pada kesempatan inibisaotomotif.com akan merangkum sebuah artikel dengan tema overhaul mesin mobil. Overhaul ini sering disebut dengan istilah turun mesin, karena didalam pekerjaan tersebut memang mesin diturunkan dari mobil untuk diperiksa secara teliti dan diperbaiki. Overhaul merupakan suatu langkah dalam memperbaiki mesin mobil dengan menurunkan membongkar mesin dan diperiksa dengan sangat teliti sehingga didapat data yang valid.

Data yang sudah diperoleh, selanjutnya akan dibandingkan dengan spesifikasi yang terdapat pada buku manual, bila hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada maka perlu tindakan selanjutnya apakah diperbaiki atau diganti kompenenya dengan yang baru. Kalau sudah diperbaiki dan yakin bahwa tidak ada masalah lagi langkah selanjutnya adalah merakitnya seperti sediakala.

Untuk melakukan turun mesin tentunya perlu dilakukan analisa terlebih dahulu, ada beberapa gejala yang merupakan tanda-tanda mesin harus di over haul seperti asap putih keluar dari knalpot, mesin mogok, oli berubah warna jadi putih kecoklat-coklatan karena bercampur dengan air, adanya suara yang abnormal dan lain sebagainya.

Pekerjaan turun mesin atau overhaul ini tidaklah mudah, dan butuh waktu yang tidak sebentar. Makanya ongkos untuk overhaul ini tidak murah, bisa mencapai 1 juta rupiah bahkan lebih tergantung kerusakan yang terjadi.

Kalau ditanya mau apa tidak mesin mobil rusak, pasti jawabnya tidak. Tetapi adakalanya umur dari mobil mengharuskan untuk dilakukan over haul, tetapi dibalik itu semua ada beberapa cara untuk mencegah atau membuat mesin lebih awet agar tidak rusak vatal yang mengharuskan untuk di over haul, seperti ganti oli secara rutin, pemakaiannya benar, service dan perawatan berkala dan lain sebagainya.

Selain itu juga perlu diketahui beberapa penyebab mesin di overhaul, agar nantinya kita dapat mencegah dan lebih waspada agar mobil tidak mudah rusak yang membuatnya harus di overhaul. Berikut kami sebutkan 3 Penyebab Mesin Mobil Turun Mesin.

Ini Dia 4 Penyebab Utama Mobil Turun Mesin
Ini Dia 4 Penyebab Utama Mobil Turun Mesin

1. Overheating - penyebab utama mobil turun mesin

Pernahkah mobil anda mogok? Jika iya apa penyebabnya? bensin habis? busi mati? atau yang lain?. Salah satu penyebab mobil mogok adalah over heating, dan akan menimbulkan beberapa kerusakan seperti kepala silinder melengkung yang akan membuat oli dapat bercampur dengan air sehingga perlu dilakukan perbaikan. Perbaikannya meliputi pelepasan kepala silinder dan diratakan, jadi tidak total semua dibongkar, melainkan setengahnya saja. Pekerjaan ini sering disebut dengan semi overhaul.

Langkah antisipasinya adalah, apabila temperatur mesin sudah berada di level HOT (H), sebaiknya mesin segera dimatikan dan dilakukan pengecekan lebih lanjut. Umumnya over heating disebabkan oleh sistem pendingin yang tidak bekerja secara normal, seperti kipas radiator mati, air pendingin habis karena terjadi kebocoran, dan lain sebagainya.

Yuk, baca lebih lanjut tentang sistem pendingin : Sistem pendingin pada mobil

Bila ditemukan penyebab utamanya, maka coba minta bantuan kepada bengkel terdekat untuk dilakukan perbaikan, atau bila tidak memungkinkan diperbaiki di tempat maka mobil akan diderek sampai ke bengkel mobil.

2. Pelumasan buruk, oli kurang/habis - penyebab utama mobil turun mesin

Penyebab yang kedua mobil turun mesin adalah sistem pelumasan yang buruk, bisa juga oli mesin yang habis. Sistem pelumasan pada mobi memiliki fungsi yang sangat-sangat penting, yaitu untuk melumasi secara kontinyu komponen-komponen mesin yang bergerak dan bergesekan, tentu apabila tidak ada pelumasan akan membuat komponen-komponen tersebut mengalami kerusakan.

Pernah terjadi kasus, oli mesin tinggal satu liter dan sudah berlangsung selama 1 bulan. Hasilnya terjadi kerusakan pada bantalan poros engkol, yang mengharuskan untuk diganti. Gejala yang timbul adalah suara yang abnormal.

Untuk mengantisipasi agar oli tidak kurang atau habis adalah dengan secara rutin memeriksa jumlah oli melalui deep stick oil. Serta tentunya harus dilakukan penggantian oli mesin secara berkala. Yang tidak kalah penting adalah perhatikan juga indikator oli di dashbord mobil. Apabila indikator tekanan oli tersebut menyala (gambar cangkir ada tetesan) menandakan bahwa terjadi masalah pada sistem pelumasan mobil tersebut seperti tekanan kurang, sirkulasi buruk dan lain-lain dan penyebabnya bisa jadi pompa oli rusak, oli kurang, saringan kotor dan saluran tersumbat.
Bila indikator ini menyala segera diperbaiki, langkah yang dapat anda lakukan dengan mudah adalah dengan memeriksa jumlah oli melalui stick oli. Jika oli tidak mencukupi silahkan ditambah dengan oli yang masih bagus, kemudian periksa juga kebocoran oli jangan sampai setelah anda tambah. selang beberapa hari oli sudah habis lagi.

Bila ternyata bukan disebabkan karena oli kurang, maka bisa bawa ke bengkel untuk mendapatkan perawatan dan perbaikan.

3. Timing belt putus - penyebab utama mobil turun mesin

Dalam mekanisme katup, terdapat timing belt yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari poros engkol ke poros nok. Bila timing belt ini putus, bisa membuat piston dan katup-katupnya saling bertubrukan. Sehingga akan terjadi kerusakan pada katup dan pistonnya. Sehingga memaksa mobil anda harus turun mesin untuk diperbaiki. Tetapi tidak semua mobil yang timing belt putus menyebabkan kerusakan pada katup dan pistonnya, ada juga yang aman-aman dan tidak menyebabkan kerusakan. Semuanya tergantung dari kontruksinya. Yang pasti akan membuat mobil anda mogok dan tidak bisa dihidupkan. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa yang terbaik adalah pecegahan, yaitu dengan mengganti timing belt secara rutin. Biasanya sekita 65.000 - 80.000 km, timing belt sudah diganti.

4. Mobil kemasukan air (water hammer) - penyebab utama mobil turun mesin

Mobil ternyata juga bisa kemasukan air, umumnya air ini dapat masuk melalui saluran hisap ketika mobil berada di jalan yang tergenang air, atau pada saat banjir terjadi. Air yang masuk ini akan ikut berada di ruang bakar, yang mana kita tahu bahwa air bukan merupakan zat yang bisa dikompresi seperti udara. Sehingga bila ditekan oleh piston maka dapat menyebabkan piston menjadi berlubang/ pecah, connecting rod patah, katup bengkok, poros engkol rusak dan juga mobil mogok.

Langkah antisipasinya adalah hindari melalui jalan yang sering tergenang air yang tinggi, dan hidari juga mengendarai mobil pada saat terjadi banjir.

Agar mobil terhindar dari turun mesin, maka perawatan rutin merupakan kunci utamanya. Jadi mobil yang dirawat akan lebih awet bila dibandingkan dengan mobil yang jarang dirawat.
Guruku Pahlawanku
Andai kata matahari tiada
Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia
Guru……..
Engkau pahlawan yang tak pernah mengharapkan balasan
Disaat kami tak mendengarkan mu
Engkau tak pernah mengeluh dan menyerah
Untuk mendidik kami
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Engkau membuat hidup kami berarti
Guru……
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasa mu akan kami semat abadi sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku, engkau pahlawan ku